Program Literasi

Nama Program: SELIR (Selasa Literasi) 

Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah.

Adapun prinsip SELIR adalah sebagai berikut:

  1. Literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya.
  2. Pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan peserta didik.
  3. Berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum. 
  4. Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan.
  5. Literasi harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan.
  6. Dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman.

Kegiatan program SELIR mencakup beberapa kegiatan yaitu:

  1. Membaca 10-15 menit setiap hari \Selasa pada jam pertama pelajaran. 

Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.

  1. Guru memandu murid untuk membaca selama 10-15 belas menit.
  2. Guru dan murid membaca selama 10-15 belas menit.
  3. Guru memotivasi murid untuk gemar membaca.
  4. Mengelola sudut baca

Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan murid pada buku. Berikut ini beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.

  1. Wali kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca secara kreatif.
  2. Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
  3. Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku (ketua kelas/ sekretaris)
  4. Murid wajib meminjam buku untuk dibaca.
  5. Membuat jurnal membaca
  1. Murid dipandu untuk membuat jurnal membaca setelah selesai membaca buku.
  2. Jurnal membaca berisi catatan tentang buku apa yang telah/ sedang dibaca serta intisari atau refleksi dari buku yang dibaca.
  3. Jurnal membaca diberi paraf oleh guru/ wali kelas sebagai bentuk apresiasi usaha membaca murid.
  4. Membuat Majalah Dinding (Mading) Kelas

Kegiatan mading kelas dapat dilakukan secara berkala seperti sekali sekali. Program ini bertujuan memotivasi peserta didik untuk berkarya lewat tulisan, berkreativitas serta meningkatkan minat baca.

  1. Wali kelas memandu murid untuk membuat mading kelas secara berkala.
  2. Murid diberi kebebasan untuk berkarya di mading kelas dengan menulis puisi, pantun, kata-kata mutiara, cerpen, maupun artikel.
  3. Wali kelas menampung hasil karya murid yang belum termuat di dalam madding
  4. Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah

Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran membaca.

  1. Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap guru mata pelajaran.
  2. Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa murid satu kelas untuk berkunjung ke perpustakaan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait